Hakikat Dan Pengertian
Strategi Pembeljaran Peningkatan Kemampuan Berpikir ( SPPKB )
Telah dijelaskan bahwa salah satu kelemahan proses pembelajaran yang dilakukan para guru kita adalah kurang danya usaha pengembangan kemampuan berpikir siswa. Dalam setiap proses pembelajaran pada mata pelajaran apapun kita lebih banyak mendorong agar siswa menguasai sejumlah materi pelajaran. Strategi pembelajran yang dibahas pada bab ini adalah strategi pembelajaran yang diharapkan dapat meningkatkan kemampuan berpikir siswa. Strategi pembelajaran ini pada awalnya dirancang untuk pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Hal ini didasarkan pada asumsi bahwa selama ini IPS dianggap sebagai pelajaran hafalan, tentu saja dengan berbagai penyesuaian topic, strategi pembelajaran yang akan dibahas ini juga dapat diterapkan pada mata pelajaran lain. Berdasarkan hasil penelitian, selama ini IPS merupakan sebagai pelajaran kelas dua. Para Orang tua siswa berpendapat IPS merupakan pelajaran yang tidak terlalu penting dibandingkan dengan pelajaran yang lainnya, seperti IPA dan Matematika[1]. Jelas hal ini merupakan hal yang sangt keliru. Sebab, pelajaran apapun diharapkan dapat membekali siswa baik untuk terjun ke masyarakat maupun untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Kekeliruan inipun juga terjadi pada sebagain guru yang menganggap IPS hanyalah sebagai mata pelajaran hafalan sehingga tidak mempunyai banyak tantangan untuk berpikir., IPS hanya mata pelajar yang sarat akan konsep – konsep, teori – teori atau fakta yang harus dihafal tanpa harus dibuktikan kebenarannya.
Sekarang, bagaimana mengubah paradigm berpikir tentang IPS sebagai mata pelajaran hafalan? Bagaimana IPS dapat dijadikan mata pelajaran yang mampu mengambangkan kemampuan siswa dalam berpikir? Hal ini akan kita ketahui jawabannya dengan model dan strategi pembelajaran hasil daripada pengembangan yang telah di uji coba oleh beberapa pakar, yaitu model dan strategi pembelajaran peningkatan kemampuan berpikir atau yang kemudian kita singkat dengan SPPKB (Sanjaya:2006).
SPPKB adalah model pembelajaran yang bertumpu kepada pengembangan kemampuan berpikir siswa melalui telaahan fakta – fakta atau pegalaman anak sebagai bahan untuk memcahkan masalah yang diajukan.
Terdapat beberapa pengertian yang bersangkutan dengan hal di atas ; pertama SPPKB adalah model pembelajaran yang bertumpu pada pengembangan kemampuan berpikir, artinya tujuan yang ingin dicapai oleh SPPKB adalah bukan sekedar siswa dapat menguasai sejumlah materi pelajaran, akan tetapi bagaimana siswa dapat mengembangkan gagasan – gagasan dan ide – ide melalui kemampuan berbahasa secara verbal. Hal ini didasarkan kepada asumsi bahwa kemampuan berbicara secara verbal merupakan salah satu kemampuan berpikir.
Kedua, telaahan fakta – fakta sosial atau penglaman sosial merupakan dasar pengembangan gagasan dan ide – ide didasarkan kepada pengalaman sosial anak dalam kehidupan sehari – hari dan atau berdasarkan kemampuan anak untuk mendeskripsikan pengamatan mereka terhadap berbagai fakta dan data yang mereka peroleh dalam kehidupan sehari – hari.
Ketiga, sasaran akhir SPPKB adalah kemampuan anak untuk memcahkan maslah – masalah sosial sesuai dengan taraf perkembangan anak.
SPPKB merupakan strategi pembelajaran yang menekankan kepada kemampuan berpikir siswa. Joice dan Weil (1980) menempatkan odel pembelajaran ini kedalam bagian model pembelajaran Cognitive Growth : Increasing the Capacity to Think[2].
Dalam SPPKB, materi pelajaran tidak disajikan begitu saja kepada siswa, akan tetapi siswa dibimbing untuk menemukan sendiri konsep yang harus dikuasai melalui proses dialogis yang terus menerus dengn memanfaatkan pengalaman siswa. Walaupun tujuan SPPKB sma dengan Strategi Pembeljaran Inkuiri (SPI), yaitu agr siswa dapat mencari dan menemukan materi pelejaran sendiri, kan tetapi keduanya memiliki perbedaan yang mendasart. Perbedaan tersebut terletak pad pola pembeljaran yang digunkn. Dalam pola pembelajaran SPPKB, guru memanfaatkn pengalaman siswa sebagai titik tolk berpikir, bukan teka – teki yang ahrus dicari jawabannya seperti pada pola SPI.
Strategi Pembelajaran Peningkatan Kemampuan Berpikir adalah model pembelajaran yang bertumpu kepada pengembangan kemampuan berpikir siswa melalui telaah fakta atau pengalaman anak sebagai bahan untuk memecahkan masalah.
PERBEDAAN SPPKB DENGAN PEMBELAJARAN KONVENSIONAL[3]
Perbedaan pokok antara Strategi Pembelajaran Peningkatan Kemampuan Berpikir dengan pembelajaran yang selama ini banyak dilakukan guru, antara lain:
1. Strategi peningkatan kemampuan berpikir menempatkan siswa sebagai subjek belajar, artinya siswa berperan aktif dalam proses belajar dengan cara menggali pengalaman sendiri; sedangkan dalam pembelajaran konvensional siswa ditempatkan sebagai objek belajar yang berperan sebagai penerima informasi secara pasif.
2. Strategi peningkatan kemampuan berpikir mengaitkan pembelajaran dalam kehidupan nyata melalui pengalaman siswa; dalam pembelajaran konvensional bersifat teoritis dan abstrak.
3. Strategi peningkatan kemampuan berpikir membangun perilaku atas kesadaran diri, dalam pembelajaran konvensional perilaku dibangun atas proses kebiasaan.
4. Dalam strategi peningkatan kemampuan berpikir, kemampuaan didasarkan atas penggalian pengalaman; dalam pembelajaran konvensional kemampuan diperoleh melalui latihan-latihan.
5. Tujuan akhir proses pembelajaran strategi peningkatan kemampuan berpikir adalah kemampuan berpikir yang menghubungkan pengalaman dengan kenyatan; dalam proses pembelajaran konvensional tujuan akhir adalah penguasaan materi pembelajaran.
6. Strategi peningkatan kemampuan berpikir membangun perilaku atas kesadaran diri sendiri, misalnya siswa tidak melakukan suatu tindakan karena ia sadar bahwa perilaku itu merugikan dan tidak bermanfaat; sedangkan dalam pembelajaran konvensional perilaku siswa didasarkan faktor dari luar dirinya, misalnya siswa tidak melakukan sesuatu disebabkan takut hukuman.
7. Dalam strategi peningkatan kemampuan berpikir, pengetahuan yang dimiliki siswa selalu berkembang sesuai pengalamannya, oleh sebab itu setiap siswa bisa berbeda dalam memaknai pengetahuan yang dimilikinya. Dalam pembelajaran konvensional, hal ini tidak mungkin terjadi, kebenaran yang dimiliki bersifat absolut dan final, oleh karena pengetahuan dikonstruksi oleh orang lain.
8. Tujuan yang ingin dicapai oleh strategi peningkatan kemampuan berpikir adalah kemampuan berpikir siswa, maka kriteria keberhasilan ditentukan oleh proses dan hasil belajar; dalam pembelajaran konvensional keberhasilan pembelajaran hanya diukur dari tes.
HAKIKAT KEMAMPUAN BERPIKIR
DALAM STRATEGI PEMBELAJARAN PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR
SPPKB merupakan model pembelajaran yang bertumpu pada proses perbaikan dan peningkatan kemampuan berpikir siswa. Berpikir merupakan proses mental seseorang yang lebih daripada sekedar mengingat dan memahami. Mengingat dan memahami hanyalah bersifat pasif daripada kegiatan berpikir. Mengingat pada dasarnya hanya melibatkan usaha penyimpanan sesuatu yang telah dialami untuk suatu saat dikeluarkan kembali atas permintaan; sedangkan memahami memerlukan pemerolehan apa yang didengar dan dibaca serta meihat keterkaitan antar aspek dan memori. Berpikir adalah istilah yang lebih daripada keduanya. Berpikir menyebabkan seseorang harus bergerak hingga di luar informasi yang didengarnya. Misalnya kemampuan berpikir seseorang untuk menemukan solusi baru daru suatu persoalan yang dihadapi.
Kemampuan berpikir memerlukan kemampuan mengingat dan memahami, oleh sebab itu kemampuan mengingat adalah bagian terenting dalam mengambangakan kemampuan bebrpikir. Artinya, belum tentu seseorang ang meiliki kemampuan mengingat dan memahami memeiliki kemampuan bjuga dalam berpikir. Sebaliknya, kemampuan berpikir seseorang sudah pasti diikuti oleh kemamp[uan mengingat dan memahami seseorang tersebut[4].
Berdasarkan penjelasan di atas, maka SPPKB bukan hanya sekedar model pembelajaran yang diarahkan agar peserta didik dapat mengingat dan memahami berbagai data, fakta, atau konsep, akan tetapi bagaimana data, fakta, dan konsep tersebut dapat dijadikan sebagai alat untuk melath kemampuan berpikir siswa dalam mengahadapi dan memcahkan suatu persoalan.
KARAKTERISTIK SPPKB[5]
Kemampuan berpikir, SPPKB memiliki tiga karakteristik sebagai berikut:
1. Proses pembelajaran SPPKB menekankan pada prsoes mental peserta didik secara maksimal. SPPKB bukan model pembelajaran yang hanya menuntut peserta didik untuk sekedar mendengar dan mencatat tetapi menghendaki aktivitas peserta didik dalam proses berpikir.
2. SPPKB dibangun dalam nuansa dialogis dan proses tanya jawab secara terus-menerus.
3. SPPKB adalah model pembelajaran yang menyandarkan kepada dua sisi yang sama pentingnya, yaitu proses dan hasil belajar. Proses belajar diarahkan untuk meningkatkan kemampuan berpikir, sedangkan sisi hasil belajar diarahkan untuk mengkontruksi pengetahuan.
TAHAPAN TAHAPAN PEMBELAJARAN SPPKB[6]
Strategi Pembelajaran Peningkatan Kemampuan Berpikir(SPPKB) Aplikasi SPPKB:
¥ Tahap Orientasi, guru mengondisikan siswa pada posisi siap untuk belajar
¥ Tahap Pelacakan, ialah tahapan penjajakan untuk memahami pengalaman dan kemampuan dasar siswa sesuai dengan tema dan pokok persoalan yang akan di bicarakan
¥ Tahap Konfrontasi, adalah tahap penyajian persoalan yang harus di pecahkan sesuai dengan tingkat kemampuan dan pengalaman siswa
¥ Tahap Inkuiri, adalah tahap pemecahan persoalan
¥ Tahap Akomodasi, adalah tahapan pembentukan pengetahuan baru melalui proses penyimpulan
¥ Tahap Transfer, adalah tahapan penyajian masalah baru yang sepadan dengan masalah yang di sajikan
K E S I M P U L A N
Strategi Pembelajaran Peningkatan Kemampuan Berpikir Merupakan strategi pembelajaran yang menekankan kepada kemampuan berpikir siswa. Materi pelajaran tidak disajikan begitu saja kepada siswa, tetapi siswa dibimbing untuk menemukan sendiri konsep yang harus dikuasi melalui proses dialogis yang terus-menerus dengan memanfaatkan pengalaman siswa.
Strategi peningkatan kemampuan berpikir adalah model pembelajaran yang bertumpu pada pengembangan kemampuan berpikir, dimana tujuan yang ingin dicapai dengan strategi peningkatan kemampuan berpikir adalah peserta didik bukan sekedar menguasai materi pelajaran, tetapi bagaimana mengembangkan gagasan dan ide melalui bahasa verbal. strategi peningkatan kemampuan berpikir bukan model pembelajaran yang hanya menuntut peserta didik sekadar mendengar dan mencatat, tetapi menghendaki aktivitas peserta didik dalam proses berpikir.
Banyak metode dari strategi pembelajaran yang dapat digunakan unt meningkatkan kemampuan siswa salah satunya adalah dengan menggunakan strategi pembelajaran peningkatan kemampuan berpikir. Guru diharapkan untuk lebih mengenal & memahami strategi yang paling bermanfaat bagi dirinya yang disesuaikan dengan tempat dimana guru tersebut mengajar.
Sumber bacaan :
1. Sanjya, Wina., DR., M.Pd., Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan, 2006, Kencana, Jakarta.
2. Wahab, Abdul Azis., Prof., DR., H., MA., Metode dan Model – Model Mengajara IPS, 2008, Alfbeta, Bandung.
3. Arsyad, Azhar., Prof., DR., M.A., Media Pembelajran, 1997, Raja Grafindo Persada, Jakarta.
4. Soemanto, Wasty., Drs., M.Pd., Psikologi Pendidikan, 2006, Rieneka Cipta, Jakarta.
5. Susilana, Rudi., Drs., M.Si., Media Pembelajaran hakikat, pengambngan, Pemanfaatn, dan Penilaian, 2007, Wacana Prima, bandung.
6. Hakim, Lukmanul., Drs., M.Pd., Perencanaan Pembelajaran, 2007, Wacana Prima, Bandung.
7. dll.
[1] Seperti yang diungkapkan Oleh Wina Sanjaya dalam bukunya Pembelajaran dalam Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi 2005.
[2] Teori Pertumbuhan : Meningkatkan Kemampuan Berpikir.
[4] Seperti yang dikemukakan oleh Peter Reason bahwa berpikir tidak mungkin terjadi tanpa adanya kemampuan mengingat (remembering)dan memahami (comprehending).
[5] Seperti di kutip oleh Hadi Komara Purkoni mengenai SPPKB yaitu antara lain sebagai berikut :
“Strategi Pembelajaran Peningkatan Kemampuan Berpikir (SPPKB) merupakan strategi pembelajaran yang menekankan kepada kemampuan berpikir peserta didik[1]. Dalam SPPKB, materi pelajaran tidak disajikan begitu saja kepada peserta didik. Akan tetapi, peserta didik dibimbing untuk menemukan sendiri melalui proses dialog dengan memanfaatkan pengalaman peserta didik. SPPKB adalah model pembelajaran yang bertumpu pada pengembangan kemampuan berpikir, dimana tujuan yang ingin dicapai dengan SPPKB adalah peserta didik bukan sekedar menguasai materi pelajaran, tetapi bagaimana mengembangkan gagasan dan ide melalui bahasa verbal. SPPKB bukan model pembelajaran yang hanya menuntut peserta didik sekadar mendengar dan mencatat, tetapi menghendaki aktivitas peserta didik dalam proses berpikir.” (http://hadikomarapurkoni.blogspot.com/2009/08/strategi-pembelajaran.html)
Komentar
Posting Komentar