Sekolah Sebagai Organisasi Birokrasi


PENDAHULUAN

Bismillahirrahmanirrahim

Puji dan syukur kami panjatkan kepada Allah SWT yang berkat karunia-Nya lah kita sekalian berada dalam lingkaran ni’mat-Nya semoga untuk selamanya. Serta ribuan shalawat dan salam tak lupa terdendangkan atas junjungan ummat Muhammad SAW yang telah mewakafkan dirinya untuk perjuangan ajaran penuh kasih saying, islam rahmatan Lil ‘aLamin.


Sosiologi Pendidikan (Sosdik) adalah sosiologi yang diterapkan untuk memecahkan masalah -  masalah pendidikan yang merupakan salah satu sosiologi khusus yang bertugas menyelidiki struktur dan dinamika proses pendidikan[1]. Seperti yang diungkapkan tersebut, sosiologi pendidikan mempunyai menyelidiki struktur pendidikan, yang pada kesempatan kali ini secara struktur kita dapat mengetahui bagaimana sisi pendidikan sebagai pendidikan formal dalam bentuk sekolah.

Sosiologi pendidikan merupakan interpretasi dan aplikasi prinsip sosiologi terhadap salah satu aspek social yaitu pendidikan tentunya. Sosiologi mempunyai struktur dan proses social yang terjadi dalam pendidikan. Brookover menyebutkan bahwa hal tersebut bisa berlangsung pada pendidikan formal, pendidikan dalam masyarakat yaitu antara lingkungan keluarga, individu maupun kelompok pendidikan[2].
                         
Sekolah sebagai organisasi birokrasi merupakan miniatur tentang deskripsi structural pendidikan di Indonesia yuang pada kesempatan kali ini akan coba kita bahas pada makalah ini sebagai pemenuhan tugas terstruktur mata kuliah Sosiologi Pendidikan di semester III ini.

Besar harapan kami semoga banyak manfaat dan sedikit mafsadat yang bisa dipetik dari makalah ini sebab kami bukan syetan yang selalu salah juga bukan malaikat yang selalu hidup dengan kebenaran.
Hadanallah wa iyyakum ajma’in
Alhamdulillahirabbil ‘alamin

PEMBAHASAN


Secara etimologi sekolah adalah sistu tempat atau lembagauntuk memberi pelajaran atau pembelajaran serta pengajaran sesuatu dengan starta masing – masing sebagai usaha untuk mendewasakan manusia dan memanusiakan manusia (Tri Ratna ; 2004).

Sekolah memegang peranan penting terhadap hidup dan kehidupan manusia sebab pengaryhnya snagt besar sekali pada jiwa anak serta peserta didik. Sekolah juga mempunyai fungsi sebagai pusat pendidikan untuyk membentuk pribadi anak. Dengan sekolah juga banyak himpunan, golongan bahkan juga pergerakan mendidik kadernya masing – masing untuk meneruskan perjuangan cita – cita masing – masing daripadanya[3].

Bentuk Sekolah Sebagai Suatu Modal dari Masyarakat

Pada prinsipnya Jhon Dewey menerangkan bahwa sekolah sebagai suatu modal dari masyarakat yang aktivitasnya terletak pada peserta didik. Jadi, peserta didik beraktivitas terhadap sekolahnya , mereka belajar agar supaya dapat hidup sebagai seorang manusia yang cakap dan baik dalam kehidupan bermasyarakat.

Type Sekolah Masyarakat

Pada dasarnya, sekolah menjadi jembatan antara seseorang individu dengan masyarakat yang hubungannya sangat erat. Selain sebagai pelaksanaan agar masyarakat menjadi baik, serta menjadikan peserta didik menjadi aktiv dalam bagian kehidupan masyarakat tersebut. Dari hal ini ada sebuah anggapan bahwa masyarakat adalah sebagai dasar dari pendidik dan peserta didik dan ada kecenderungan berfikir bahwa keseluruan masyarakat adalah sebagai Educatif Agent (masyarakat sebaga pendidik)[4].

Di Indonesi type ini sudah muncul sejak awal kemerdekaan yaitu pada 1945 dengan sifat – sifat[5] sebagai berikut :
1.          Sekolah ini mengajarkan anak – anak untuk mendapatkan, memperkembangkan dan menggunakan sumber – sumber dari kedaan setempat.
2.          Sekolah ini melayani keseluruhan masyarakat, tidak hanya untuk kelompok anak – anak saja.

Konsep sekolah masyarakat didasarkan bhwa pendidikan selalu merupakan pola – pola penduduk untuk kehidupan di dalam bagian masyarakat dengan penyiapan anak – anak untuk hidup di dalam cara – cara yang lebih baik daripada sejarah mereka.

Selain type sekolah masyarakat, ada juga type seolah tradisonal, type sekolah pembangunan yang mempunyai perbedaan masing – masing.

Fungsional Sekolah Sebagai Sebuah Organisasi

Membahas masalah sekolah sebagai lembaga pendidikan formal perlu diketahui dikatakan formal karena diadakan disekolah / ditempat tertentu seperti pada pembahasan awal tadi secara sistimatis, mempunyai jenjang dan dalam kurun waktu tertentu, serta berlangsung mulai dari TK sampai ke PT, berdasarkan aturan resmi yang telah ditetapkan.

Pada umumnya lembaga formal adalah tempat yang paling mungkin bagi seseorang untuk meningkatkan pengetahuan, dan paling mudah untuk membina generasi muda yang dilaksanakan oleh pemerintah dan masyarakat.

Sekolah merupakan lembaga dengan organsasi yang tersusun rapih dan segala aktivitasnya direncanakan dengan sengaja yang disebut dengan istilah kurikulum.

Adapun fungsinya adalah sebagai berikut :
1.         membantu lingkungan keluarga untuk mendidik dan mengajar, memperbaikidan memperdalam  /  memperluas, tingkah laku anak / peserta didik yang dibawa dari keluarga serta membantu pengembangan bakat serta pendewasaan sikap.
2.         Mengembangkan kepribadian peserta didik lewat kurikulum agar :
a.      peserta didik dapat bergaul dengan guru, karyawan, dengan temannya sendiri dan masyarakat sekitar.
b.      Peserta didik beljar ta’at kepada peraturan / tahu disiplin.
c.      Mempersiapkan peserta didik terjun di masyarakat berdasarkan norma – norma yang berlaku.

Sekolah  juga memberia pembelajaran bagaimana mereka melakukan pembiasaan akan sikap kedewasaan sebagai bekal bagi mereka sebagai modal harapan masyarakat kelak. Mereka juga dibiasakan untuk hidup dlam suatu yang semestinya berjalan secara sistematis dan prosedural bukan amburadul tidak karuan serta mengesampingkan tugas inti dia sebagai insan akademis tetapi tidak menampik tugas lain juga sebagai seorang reformis atau aktivis.

Birokrasi Pendidikan

Apabila sekelompok orang berkumpul untuk mencapai suatu sasaran umum, maka sesuatu bentuk organisasi social sangat diperlukan. Bermacam – macam aktor dalam pencarian umum ini memainkan peran yang berbeda – beda. Kita menunjuk kepda berbvagai keterkaitan antara peran – peran ini sebagai sebuah struktur. Berbagai organisasi dapat berjangka dari yang sangat sederhana hingga yang paing kompleks. Semuany mempunyai sifat – sifat yang khas yaitu suatu pemberian tugas dan lainnya. Ketika struktur itu menjadi lebih kompleks, maka orang – orang akan semakain menjadi saling ketergantungan natara satu dengan yang lainnya maka struktur tersebut akan menjadi sebuah  jurusan organisasi atau yang lebih telah menjadi suatu oraganisasi yang formal. Unsur organisasi tersebut dimaksudkan mengatur dan membuat sesuatu yang dapat diramal mengenai berbagai interaksi manusia yang terlibat  di dalamnya, jika tidak maka akan terjadi suatu ketidakberesan, ketidak tentuan bahkan akan terjadi kekacauan.

Organisasi yang kompleks mempunyai berbagai jenis rangkaian – rangkaian sasran, dan kita dapat menganggap organisasi itu sebagai jumlah keseluruhan dari makna – makan yang diterapkan oleh sejumlah anggotanya masing masing.

Adalah sasaran – sasarn dari organisasi yang sebagian besar menentuan makna struktur itu. Gordon (1975) menyebut lima jenis sasaran organisasi. Kita harus mengerti maknanya jika kita ingin mengertinya dengan baik apa sebenarnya organisasi persekolahan yang kompleks tersebut.

Pertama, sasaran formal. Biasanya inilah yang sering disebut sebagai tujuan umum dan diuraikan bahkan ditulis, sama halnya seperti sebuah konstitusi yang dibentuk melalui pengesahan badan perundang – undangan dan seringkali memberikan batas – batas hokum pada organisasi tersebut.

Kedua, sasaran informal. Merupakan interpretasi dan modifikasi sasaran formal oleh mereka yang sudah terlinat langsung, dengan memberikan suatu interpretasi kolektif mengenai apa tujuan dan struktur yang dilakukannya.

Ketiga, sasaran pribadiyang dianut oleh ndividu – individu didalam organsasi. Hal ini menyangkut tujuan untuk dirinya  sendiri.

Keempat, sasaran ideologis, seperti tersirat dalam istilah itu, terletak di dalam suatu system eksternal atau istem nilai yang luas. Pada gilirannya maka hal – hal ini dapat mempengaruhi suatu organisasi secara luas.

Kelima, sasaran lembam, tak berdaya. Hal ini hanya menunjuk pada kecenderungan suatu organisasi untuk mengekalkan diri, walau sasaran yang remi telah tercapai. Sulitlah menilai sasaran ini sehubungan dengna keseluruhan anggota lembaga persekolahan. Lebih mudah memandangnya dari segi presfektifnya atau bagaian sub unitnya.

Birokrasi merupakan bentuk tertinggi organisasi yang kompleks. Struktur – struktur birokrasi sering dipandang dengan suatu unsure ketidakpuasan, pun adakalanya dengan rasa curiga. Baiklah untuk diingat bahwa berbagai jenis birokrasi merupakan organisasi – organisasi yang paling mangkus yang pernah berkembang, dan sering kali sifat – sifat khas yang membuatnya tidak disukai oleh lainnya adalah yang sama yang membuatnya mangkus bagi mereka yang menjalankannya.

Birokrasi adalah sejenis organisasi formal yang dmaksudkan mencapai tugas – tugas administrative berskala luas dengan secara sistematis mengkoordinasi pekerjaan dari banyak individu.

Max Weber merupakan pionir besar dalam mempelajari hal birokrasi, dan analisis modern hanya merupakan kehalusan dari pengetahuan yang diberiakannya. Mengikuti analisisnya, maka ada beberapa daftar sifat – sifat khas dai birokrasi tersebut antara lain :
a.       Terdapat suatu bagaian terspesialisasi dari pekerjaan dalam mana kegiatan – kegiatan teratur yang diperlukan untuk mencapai sasaran – sasaran disebarkan dengan cara – cara yang sudah ditentukan.
b.       Jabatan – jabatan disusun melalui hirarki.
c.       Operasi – operasi distandarisasi.
d.       Pera pegawai harus melakukan jabatan – jabatannya secara impersonal, dengan rasa ketaatan tinggi terhadap lembaga daripada terhadap individu.
e.       Jabatan adalah berdasarkan kualifikasi teknis yang terkait pada kecakapan, kompetensi.
f.         Suatu organisasi birokrasi adalah sanggup mencapai bentuk kemangkusan dari siatu prespektif teknis.









PENUTUPAN

Sekolah sebagai oraganisasi formal mempunyai aspek utama yaitu penyusunan tahap persekolahan dan penyusunan manajeman persekolahan yang terbentuk dalam satu buah birokrasi pendidikan. Kedua aspek tersebutdapat kita ketahui sebuah kerangka kerka untuk sebuah pengertian organisasi pendidikan serta efek – efek yang terdapat terhadap persekolahan tersebut.

Sebagaimana telah kita bahas bahwa sekolah adalah lembaga dengan organsasi yang tersusun rapih dan segala aktivitasnya direncanakan dengan sengaja yang disebut dengan istilah kurikulum.

Dengan alasan inilah kekompekan sebuah organisasi sekolah perlu berbentuk birokrasi agar dapat berjalan sesuai denga tujuannya dan sampai usahanya.

Sumber Bacaan :
Ahmadi, Abu., Drs., H., Sosiologi Pendidikan, 2004., PT. Rieneka Cipta, Jakarta.
Ahmadi, Abu., Drs., H., dan Nuruhbiyati., Dra., Ilmu Pendidkan, 2001., PT. Rieneka Cipta, Jakarta.
Daradjat, Zakiah., Prof., DR., H., Ilmu Pendidikan Islam, 1992, Bumi Aksara, Jakarta.
Mifflen, Frank J., dan Mifflen, Sydney C., Sociology of Education Canada and beyond detselig enterpires. Ltd. 1982, Canada (diterjemah oleh Joost Kulli, Sosologi Pendidikan, 1986, PT. Tarsito, Bandung).
Ratna K., Tri., Drs., Kamus Lengkap Bahasa Indonesia, ______, PT. Karya Agung, Surabaya.






[1]  Drs. Abu Ahmadi, Sosiologi Pendidikan, Jakarta, PT. Rieneka Cipta, 2004 hal. 1 ( kutipan tulisan HP. Fairchid dari Dictionary of Sociologi )
[2]  Achmad Hufad : Teori Sosiologi Pendidikan ( Ilmu dan Aplikasi Pendidikan), TIP Pengembangan Ilmu Pendidikan FKP-UPI Bandung 2007 hal 221 - 224
[3]  Drs. Abu Ahmadi, Ilmu Pendidikan, Jakarta, PT. Rieneka Cipta, 2004 cet. Kedua hal. 181.
[4]  Drs. H. Abu Ahmadi : Sosiologi Pendidikan, Jakarta, PT. Rieneka Cipta, 2004.
[5]  Disamping hal tersebut, juga terdapat bebrapa criteria terhadap sifat – sifat tersebut tadi. Lih. Drs. H. Abu Ahmadi, Sosiologi Pendidikan, Jakarta PT. Rieneka Cipta, 2004  hal. 119 – 120.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Materi Sejarah Indonesia Kelas X || Konsep Dasar Sejarah : Berfikir Kronologis, Diakronik dan Sinkronik

Polusi - Materi IPA Kelas XII SMK

UTS Sosiologi Kelas XI-XII dan PTS Sosiologi Kelas X